Terbang Bersama Walet

Gua-gua alam Sape terutama di pulau di sekitar Bajo Pulau, kawasan Teluk Sape serta gugusan pegunungan di Parado menjadi rumah ideal walet. Reputasi walet Parado punya sejarah panjang. Di zaman Belanda, wallet di sana menjadi komoditi perdagangan. Ketika istana Bima dibangun di era Sultan Ibrahim oleh arsitek Rehata, hasil penjualan wallet Parado menjadi sumber pembiayaan utama. Kendati Belanda membeli dengan harag di bawah standar namun pemasukan dari sarang wallet cukup besar. Konon orang-orang Parado mengangkut sarang walet dengan menggunakan kuda ke Bima.
Setelah tataniaganya diatur oleh pemda, CH Halifa Bugis di Sape mampu memberi pemasukan untuk pendapatan asli daerah hingga Rp 1,7 miliar. Pemasukan besar itu hanya diperoleh dari  dua gua yang dirawat oleh H. Najib, pemilik Halifa Bugis. Masih lima hingga 10 gua lagi yang menjadi lokasi budiaya alami walet.
Hampir tidak ada input teknologi di dalam goa, rumah walet oleh pengelola. Mereka cukup menambahkan batang-batang bambu atau kayu di atap gua. Walet akan membuat sarang sendiri. Kala panen, dua kali setahun, para pemetik sarang walet menggunakan tangga agar mudah menjangkau sarang walet.  
 

Beda dengan gua alam yang berlokasi di tebing jurang terjeal yang menghadap Lautan Indonesia. Mengambil walet di sana sama dengan  bertaruh nyawa. Gua yang gelap, licin terkadang menjadi sarang binatang beracun seperti ular siap merenggut nyawa para pemetik sarang walet.
Panen walet adalah saat paling mengasikkan. Biasanya dilakukan dua kali setahun. Panen pertama pada Februari-Maret dan berikutnya akhir tahun. 
Panen yang serampangan, misalnya dengan merusak sarang walet bisa membuat burung walet terusik bahkan pergi. Burung walet merupakan famili apodiae itu sensitif terhadap bau-bau seperi cat, bensin serta bahan kimia.
Ada anggapan bahkan menjurus ke mitos bahwa mengonsumsi sarang walet bisa meninkatakn vitalitas tubuh, obat awet muda serta memelihara kecantikan serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Anggapan itu berasalan karena sarang walet mengandung protein yang berbentuk glikoprotein yang merupakan komponen terbesar selain karbohidrat, lemah dan air. Jumlahnya mencapai 50 persen.
Pada tubuh manusia, protein berperan sebagai zat pembangun. Dia membentuk sel-sel dan jaringan baru serta berperan dalam metabolisme protein hewani, yang diakui banyak orang lebih tinggi gizinya. Protein ini lebih tinggi gizinya karena punya ikatan senyawa lebih kompleks dari protein nabati.
Salah satu senyawa turunannya, azitothymidine telah diteliti para ahli, mampu melawan AIDS. Sarang walet juga dikenal sebagai sumber asam amino yang lengkap.  
Sekitar 17 asam amino esensial, semiesensial dan nonesensial yang dimiliki sarang walet. Salahsatunya dikembangkan oleh peneliti di Brat sebagai pelawan stroke dan kanker. Minirel-mineral sarang burung walet tak kalah menjurnya untuk mendukung aktivitas tubuh. Sedikitnya enam mineral yang sudah diketahui seperti kalsium, besi, fosfor, kalium dan natrium. Kalsium berperan aktif untuk membentuk tulang. *** Muslimin Hamzah
==========================================================
BuyBlogReviews.com
==========================================================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: